- Usai Selesaikan Lawatan ke Rusia dan Prancis, Prabowo Tiba di Indonesia
- Vatikan dan Vietnam Perkuat Hubungan Dengan Kunjungan Paus
- Korsel Peringatkan Warganya soal Kriminalitas di Bali
- Kasus Tewasnya WNI di Australia, Polisi Tangkap Pria 67 Tahun
- Sugianto, PMI Penyelamat Lansia Dapat Apresiasi dari Pemerintah Korsel
Terungkap, Misteri Di Balik Tidur Gus Dur Yang Ajaib
Potret Berita – Abdurrahman Wahid dengan kata lain Gus Dur seringkali sekali tidur serta mudah terlelap dimana saja. Waktu baru duduk di kursi tamu undangan disuatu hajatan, di kendaraan, di sidang paripurna DPR, serta banyak momentum penting yang lain.
Misteri rutinitas tidur Presiden Ke-4 RI itu sering membuat orang lain kesal. Sang teman dekat, KH Ahmad Mustofa Bisri dengan kata lain Gus Mus mengemukakan, tingkah aneh Gus Dur telah di ketahui beberapa orang.
Bahkan juga, cendekia Muslim Jalaluddin Rahmat mengemukakan kekesalannya atas rutinitas itu. Hal tersebut disampaikan Gus Mus seperti dikutip dari buku “Gus Dur dalam Obrolan Gus Mus” karya KH. Husein Muhammad.
Jalaluddin sempat dimaksud hingga anti-Gus Dur karna hal yang sama.
“Gus Dur dianggap tidak sopan. Bagaimana tidak? Wong salah seseorang pemimpin Negara Islam Iran ingin bicara serta berdialog, Gus Dur malah tidur, ngorok lagi. Demikian Kang Jalal mengeluh. Kejengkelan Kang Jalal pasti mudah dipahami. Pemimpin teratas Iran itu idolanya” kata Gus Mus.
Rutinitas tidur Gus Dur juga telah disaksikan oleh rakyat Indonesia. Umpamanya, waktu menghadiri sidang pleno di DPR. Gus Dur yang waktu itu menjabat Presiden RI duduk diatas kursi dengan kepala tampak miring. Jelas tertidur. Ia tertidur saat beberapa anggota dewan tengah bicara silih berganti.
Walau tertidur, tetapi saat giliran presiden bicara, Gus Dur bangun bahkan dapat menjawab dengan tangkas serta cerdas.
Sama dengan saat Gus Dur tertidur di dalam pidato pemimpin Iran. Ia terbangun sesudah pidato selesai, bahkan juga mengangkat tangan terlebih dulu untuk meresponsnya. Terlihat kalau dianya begitu mengerti isi pidato pemimpin Iran itu.
Terakhir, Jalaludin yang kesal dengan rutinitas Gus Dur juga malah mengidolai sosoknya.
“Kang Jalal kagum, terpana,” ungkap Gus Mus.
“Setelah pengalaman itu, orang yg tidak disenanginya itu beralih jadi sahabatnya. Bahkan juga Kang Jalal mengahuminya, menghormati serta mencintainya,” sambung dia.
Gus Mus merasa tidak ada yang aneh dari rutinitas Gus Dur. Menurut dia, ada siasat dibalik rutinitas tokoh Nahdlatul Ulama itu. Pada saat menerima undangan untuk diskusi, seminar, simposium, dialog, konferensi, serta semacamnya, Gus Dur lebih dulu mencari tahu mengenai pembicaranya.
Ia lantas pelajari fikiran-pikiran, perspektif serta ide si pembicara lewat karya catat ataupun ceramah yang ditemukan. Dari beberapa bahan yang dipelajari itu, Gus Dur menangkap apa yang juga akan disampaikan si pembicara nantinya.
“Paling-paling tidak jauh dari itu juga,” kata Gus Mus menirukan pernyataan yang sempat di sampaikan Gus Dur.
( Potret Berita )
